Nisa Husnainna A full-time wife, a part-time content writer. Trying to inspire others and being a good servant of Allah.

Siapa Ustadz Khalid Basalamah?

5 min read

ustadz khalid basalamah

Ustadz Khalid Basalamah – Baru-baru ini publik diramaikan dengan pemberitaan mengenai Ustadz Khalid Basalamah. Hal ini bermula sejak tersebarnya potongan video ceramah Ustadz Khalid yang dituding melarang menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Potongan video tersebut menimbulkan banyak sekali dugaan dan persepsi dari netizen yang langsung menyimpulkan bahwa Ustadz Khalid Basalamah tidak berjiwa pancasilais dan tidak mencintai NKRI.

Parahnya lagi, mulai bermunculan orang-orang yang terkesan seperti ‘mengusir’ Ustadz Khalid dari Indonesia. Wah, padahal Ustadz Khalid dalam semua video ceramahnya selalu kita lihat terdapat bendera merah putih di mejanya, ya..

ustadz khalid basalamah
ustadz khalid basalamah

Sebenarnya siapa Ustadz Khalid Basalamah? Seperti apa sosok beliau yang belum kita ketahui? Yuk, kita kupas bersama dalam artikel menarik di bawah ini!

 

Biografi

Ustadz dengan nama lengkap Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A ini lahir di Kota Makassar pada tanggal 1 Mei 1975.

Dilihat dari nama belakangnya yang bermarga Basalamah, Ustadz Khalid merupakan seorang keturunan Arab yang berasal dari daerah Hadramaut, Yaman.

Pada tahun 1979 atau hanya berselang 4 tahun setelah beliau dilahirkan, ibu kandungnya meninggal dunia.

Kehilangan sosok ibunda tercinta di usia 4 tahun membuat beliau kemudian diasuh dan dibesarkan oleh nenek dan saudara-saudaranya yang lain di tengah keluarga besarnya.

Ustadz Khalid Basalamah adalah anak ke-4. Dua atau tiga tahun setelah ibundanya meninggal, ayahnya menikah lagi.

Ustadz Khalid menghabiskan masa kanak-kanaknya sejak lahir sampai kelas 2 SMP di Makassar layaknya anak-anak pada umumnya.

Selepas tamat SD, ayahnya menyekolahkan Ustadz Khalid SMP di pondok pesantren. Namun saat naik ke kelas 3 SMP tahun 1989, paman Ustadz Khalid mengirimnya ke Cairo, Mesir.

Saat baru tiba di Cairo, Ustadz Khalid kecil belum memahami Bahasa Arab dengan fasih seperti sekarang. Ketika baru tiba di bandara, beliau bingung dan tidak dapat membaca papan-papan billboard berbahasa Arab yang terpampang di mana-mana.

Pada bulan Oktober 1990, terdapat panggilan kepada Ustadz Khalid untuk melanjutkan pendidikan SMA ke Madinah. Maka Ustadz Khalid pun berangkat ke Madinah dalam rangka melanjutkan studi SMA dan S1-nya.

Ustadz Khalid Basalamah menuturkan bahwa ia tidak merasakan kehidupan remaja yang ‘bebas’ seperti remaja lain yang biasa kita lihat. Hal ini dikarenakan di Madinah suasananya sangat kondusif untuk belajar. Hiburan pelajar di Madinah kala itu adalah lapangan olahraga di kampus dan Masjid Nabawi.

 

Latar Belakang Pendidikan

Berikut ini adalah riwayat pendidikan Ustadz Khalid Basalamah dari S1 sampai dengan S3:

S1 : Universitas Islam Madinah, Madinah (Jurusan Dakwah dan Ushuluddin tahun 1994-1998).

S2 : Universitas Muslim Indonesia, Makassar.

S3 : Universitas Muslim Indonesia, Makassar bekerja sama dengan Universitas Tun Abdul Razak, Malaysia.

Saat memulai kuliah S1, sebenarnya Ustadz Khalid lebih menyukai dan condong ke Jurusan Ilmu Hadist, namun dosennya lebih mengarahkan Ustadz Khalid untuk memilih Jurusan Dakwah dan Ushuluddin.

Di kampusnya kala itu terdapat 5 jurusan, di antaranya:

  • Jurusan Al-Qur’an (syaratnya harus hafal 30 juz)
  • Jurusan Ilmu Hadist
  • Jurusan Sastra Arab
  • Jurusan Syariah
  • Jurusan Dakwah dan Ushuluddin

Ustadz Khalid sangat gemar menghafal hadist-hadist karena ia merasa ilmu hadist dapat bermanfaat bagi dirinya. Karena kampusnya membolehkan memilih 2 jurusan untuk pertimbangan, akhirnya ia pun memilih Jurusan Hadist dan Jurusan Dakwah.

Setelah melalui tes, ternyata dosen pengujinya lebih merekomendasikan Ustadz Khalid untuk mengambil jurusan Dakwah. Padahal saat itu Ustadz Khalid belum berpikir untuk terjun ke dunia dakwah menjadi pendakwah.

 

Menjadi Pendakwah

Ustadz Khalid Basalamah menyelesaikan studi S1-nya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi pada tahun 1998 (masuk kuliah tahun 1994). Beliau lulus tepat waktu dan meraih nilai yang cukup bagus.

Setelah lulus kuliah pada tahun 1998, Ustadz Khalid kembali ke Makassar karena ingin berbakti pada orang tua dan mengajarkan agama kepada ummat (menjadi tenaga pengajar). Beliau kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Makassar namun belum memulai berdakwah.

Awal mula Ustadz Khalid terjun ke dunia dakwah akhir tahun 1999 yaitu pada saat beliau berinisiatif menggantikan khatib sholat Jum’at yang berhalangan hadir di kampus tempatnya mengajar.

Pada suatu waktu saat Ustadz Khalid melaksanakan sholat Jumat di masjid tersebut, ia kaget mendengar banyak kesalahan ayat-ayat Al-Qur’an, dalil-dalil, serta hadist yang disampaikan oleh khatib tersebut pada saat khutbah.

Satu minggu kemudian khatib sholat Jum’at di masjid tersebut berhalangan hadir. Ustadz Khalid lalu mengutarakan niatnya kepada pengurus masjid untuk menggantikan khatib sholat Jum’at tersebut.

Ceramah yang dibawakan Ustadz Khalid kala itu mendapat sambutan baik dan pengurus masjid pun menyusun jadwal rutin ustadz Khalid untuk mengisi khutbah atau kajian.

 

Hubungan dengan Ustadz Syafiq Basalamah

Banyak orang yang bertanya apakah Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Syafiq Basalamah adalah saudara kandung? Jawabannya bukan, mereka hanya mempunyai marga yang sama yaitu Basalamah.

Baik Ustadz Khalid maupun Ustadz Syafiq sama-sama menimba ilmu di Universitas Islam Madinah. Namun bedanya Ustadz Khalid hanya berkuliah di sana sampai S1. Sementara Ustadz Syafiq berkuliah di sana dari S1 hingga S3.

Baca juga artikel favorit pembaca: 10+ Biografi Ustadz Sunnah Milenial

 

Bisnis

Ustadz Khalid Basalamah kini masih tetap aktif di bidang dakwah dan bisnis. Bisnisnya yakni Gazwah Enterprise merupakan salah satu cara beliau untuk mencontoh Rasulullah yang merupakan seorang pedagang sukses.

Bertempat di Jl. Raya Condet No. 50, RT 1/RW 3, Batu Ampar, Kecamatan Kramatjati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, perusahaannya yang bernama PT Ajwad dipimpin langsung oleh Ustadz Khalid sendiri sebagai direkturnya.

Perusahaan beliau bergerak di segala bidang. Salah satunya yaitu Ajwad Resto (IG: @ajwadresto) yang selalu ramai dikunjungi. Ustadz Khalid mendirikan Ajwad Resto karena beliau sangat menyukai bidang kuliner.

Selain itu, ia juga bermaksud mengenalkan aneka makanan Timur Tengah kepada masyarakat Indonesia karena ia melihat banyak sekali jamaah haji atau umrah yang ketika berada di Arab Saudi masih mencari makanan Indonesia dan tidak mau mencoba makanan Arab.

Tidak hanya menyediakan makanan khas Timur Tengah, Ajwad Resto juga menjual berbagai macam oleh-oleh dari Arab Saudi seperti makanan dan souvenir, dan juga menjual baju koko yang dirancang oleh Ustadz Khalid.

Beberapa bisnis Ustadz Khalid Basalamah lainnya yaitu:

  • Adha Farm (IG: @adhafarm) : Merupakan bagian dari Gazwah Enterprise. Adha Farm menyediakan kebutuhan untuk hewan Qurban dan Aqiqah.
  • Gazwah TV (IG: @gazwah.tv) : Bergerak dalam bidang penyiar dan editor video kajian dakwah Ustadz Khalid.
  • Uhud Tour (IG: @uhudtour) : Travel company yang menyediakan jasa keberangkatan dan pelaksanaan ibadah umroh sesuai sunnah.
  • Mawaddah Indonesia (IG: @mawaddah_idn) : Wedding Organizer syar’i dan media taaruf online yang sesuai syari’at.

Tidak hanya sibuk berdakwah dan berbisnis, Ustadz Khalid juga memiliki lembaga amal yang dinamakan Sedekah Kreatif (IG: @sedekahkreatif). Mengusung tagline “Simpan hartamu di langit!”, SedekahKreatif melakukan penggalangan dana untuk kepentingan ummat.

Ustadz Khalid juga merupakan Ketua Umum dari Yayasan Ats-Tsabat Jakarta Timur, Ketua Forum Pengiriman Dai Irian, serta Penasehat Wesal TV Jakarta.

 

Makanan Favorit

Ustadz Khalid menjadikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penutan dalam hidupnya. Ibaratnya seseorang yang mengidolakan artis, maka ia akan berusaha mencari tahu apa saja hal-hal yang disukai artis idolanya.

Begitu pula dengan Ustadz Khalid. Beliau selalu berusaha menyukai apa yang Rasulullah sukai. Salah satu yang disukai Rasulullah adalah gemar memakan daging kambing.

Sama halnya seperti Rasulullah, makanan favorit Ustadz Khalid juga daging kambing. Ini pula yang menjadi salah satu alasan beliau mendirikan Ajwad Resto, yaitu dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia bahwa daging kambing itu enak dan sehat.

Selama ini terdapat persepsi di masyarakat bahwa seolah-olah daging kambing itu tidak sehat karena dapat menyebabkan kolestrol dan darah tinggi. Padahal sebenarnya tidak. Bahkan di dalam sebuah hadist disebutkan Rasulullah gemar memakan daging kambing.

Yang membuat kolestrol sebenarnya adalah jeroan dan bumbu-bumbunya. Tidak hanya kambing, tapi jeroan dari semua hewan juga dapat menyebabkan kolestrol. Sedangkan darah tinggi penyebabnya adalah garam yang berlebihan.

 

Media Sosial

Ustadz Khalid merupakan salah satu ustadz dengan jumlah subscriber atau pengikut YouTube terbanyak karena ia termasuk ustadz yang lebih awal memulai berdakwah lewat YouTube sekitar tahun 2013. Kini channel YouTube KHB telah memiliki 1,83 juta subscriber dan 2,4 juta followers di Instagram.

Melalui media sosial Instagram beliau yaitu @khalidbasalamahofficial, kita dapat mengikuti dakwah Ustadz Khalid setiap hari sehingga ilmu kita insya Allah akan bertambah setiap harinya.

 

Kasus Lagu Indonesia Raya

Baru-baru ini Ustadz Khalid Basalamah mendapat sebuah fitnah yang ditujukan kepada beliau karena tersebarnya potongan video ceramah beliau yang dituduh melarang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam potongan video ceramah yang di-upload pada tahun 2017 silam tersebut, ada seorang jamaah yang menanyakan bagaimana sikapnya apabila di sekolah anaknya diperintahkan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya padahal anaknya tidak mau ikut bernyanyi.

Ustadz Khalid dalam video itu menjawab untuk tidak usah ikut kalau anaknya tidak mau. Dari pernyataan inilah muncul fitnah yang digoreng oleh oknum-oknum yang ingin memancing permusuhan terhadap Ustadz Khalid.

Hanya berlandaskan potongan video tersebut, mereka menuduh Ustadz Khalid tidak mencintai NKRI dan harus keluar dari Indonesia apabila menolak menyanyikan lagu kebangsaan.

Tentu saja tuduhan ini tidak benar karena kita semua tahu bahwa Ustadz Khalid adalah seorang dai yang tidak setuju jika Indonesia dikatakan negara thogut.

Ustadz Khalid dalam beberapa video klarifikasinya telah meluruskan kesalahpahaman tersebut bahwa ia hanya berusaha menjawab pertanyaan si penanya yang kasusnya si anak penanya sedang tidak ingin bernyanyi, maka jangan dipaksa bernyanyi. Bukan berarti kita tidak boleh menyanyikan lagu Indonesia Raya sepanjang waktu. Bukan berarti kita dilarang mutlak menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam YouTube detikcom, Ustadz Khalid mengakui bahwa beliau adalah WNI yang mencintai negara ini. Apalagi beliau lahir dan besar di Indonesia. Kedua orangtua beliau bahkan kakek neneknya pun orang Indonesia.

Walaupun keluarga besar Ustadz Khalid adalah keturunan Arab, namun mereka berbaur dengan masyarakat Indonesia. Ustadz Khalid sendiri juga mengajak anak-anaknya untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ustadz Khalid dalam klarifikasinya menegaskan bahwa beliau menganjurkan seluruh rakyat Indonesia bahkan anak-anaknya untuk menyanyikan lagu Indonesia.

 

Penutup

Demikian tulisan kami mengenai Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., M.A. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga Ustadz Khalid Basalamah di manapun beliau berada, kapanpun, dan dalam kondisi apapun.

Nisa Husnainna A full-time wife, a part-time content writer. Trying to inspire others and being a good servant of Allah.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: