PENGERTIAN, RUKUN JENIS, SEJARAH DAN HUKUM IBADAH PUASA

0
402
views

Puasa adalah menahan. Maksudnya adalah menahan dari segala hal-hal yang masuk ke dalam mulut dalam bentuk makanan dan minuman, bahkan juga diartikan menahan dari perbuatan dan bicara.

Pengertian Puasa

Puasa adalah menahan dari segala apa pun yang mengakibatkan batalnya puasa, disertai niat untuk berpuasa dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari ( waktu maghrib). Ada pula sebagian ulama yang mendefinisikan kata-kata ’membatalkan puasa’ itu sebagai perbuatan dua anggota badan, yaitu perut dan alat kelamin.

”Sesungguhnya aku telah Aku telah bernazar berpuasa demi Tuhan yang Maha Pemurah, bahwasanya Aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.”

QS. Maryam: 26

Apa Saja Rukun Puasa?

Puasa memiliki dua rukun:

  1. Niat
  2. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Waktu Shubuh – Waktu Maghrib.

“Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka beribadah kepada Allah SWT sebagai orang-orang yang ikhlas dalam beragama semata untukNya, serta memurnikannya.”

QS. Al-Bayyinah: 5

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”

HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits

Hal ini jelas bahwa berniat sebelum berpuasa itu penting. Meskipun cukup hanya di dalam hati.

“…maka sekarang gaulilah mereka (para istri) dan carilah apa yang Allah tetapkan atas kalian, juga makan dan minumlah sampai jelas bagi kalian antara garis putih dengan garis hitam daripada fajar. Lalu sempurnakanlah puasa hingga malam menjelang.”

QS. Al-Baqarah: 187

Berdasarkan kedua rukun ini, apabila ada seseorang yang telah berniat puasa namun kemudian tidur atau pingsan, koma dan tak sadarkan diri sepanjang hari, maka puasanya tidak sah. Namun, apabila hanya pingsan beberapa saat saja, maka puasanya masih tetap sah.

Apa Saja Jenis-Jenis Puasa?

Secara global kita dapat membagi puasa menjadi 2:

  1. Puasa yang disyariatkan
  2. Puasa yang tidak di syariatkan

Sedangkan puasa yang di syariatkan:

Puasa Wajib

1. Puasa pada bulan Ramadhan setiap tahun
2. Puasa Qada
3. Puasa Nazar
4. Puasa Kifarat (terhadap lelaki yang melakukan persetubuhan dengan isterinya pada siang hari bulan Ramadhan).

Puasa Sunnah

1. Hari Arafah, iaitu (9 Zulhijah).
2. 9 dan 10 Muharam
3. Hari isnin dan khamis
4. Puasa enam hari dalam bulan syawal
5. Puasa pada tiga hari pertengahan bulan iaitu 13,14 dan 15 haribulan pada setiap bulan Hijrah.

Puasa yang tidak disyariatkan:

Puasa Haram

1. Puasa pada hari raya Aidilfitri ( I Syawal)
2. Hari Raya Aidiladha ( 10 Zulhijah).
3. Puasapada hari Tasyrik iaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah.
4. Puasa pada hari Syak iaitu pada 30 Syaban .

Puasa Makruh

1. Puasa sunnah pada hari Jumat atau hari sabtu sahaja.
2. Puasa yang dilakukan sepajang tahun.
3. Puasa Arafah bagi yang sedang wukuf

Apa Hukum Puasa Ramadhan?

Puasa di bulan ramadhan hukumnya wajib, bahkan hal ini merupakan salah satu diantara rukun Islam.

“Wahai orang-orang yang berimah, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”

QS. Al-Baqarah: 183

“Islam dibangun diatas 5 perkara; Syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan.”

HR. Muslim

Sejarah Disyariatkan Puasa

Sebelum diwajibkannya puasa, terjadi 3 tahapan persyariatan puasa:

  1. Tahapan wajib puasa Asyura | HR. Bukhari dan Muslim
  2. Tahapan memilih antara berpuasa atau memberi makan (fidyah) | QS. Al-Baqarah: 184
  3. Tahapan Ramadhan | QS. Al-Baqarah: 185

Syarat-Syarat Wajib Puasa

Seseorang tidak diwajibkan untuk berpuasa kecuali jika terpenuhi 5 syarat berikut:

  1. Muslim, beragama Islam.
  2. Aqil Baligh, sudah dewasa (dalam artian sudah mengalami masa-masa pubertas).
  3. Mampu berpuasa. Untuk orang-orang yang lemah dan sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
  4. Mukim, tidak sedang dalam berpergian (musafir).
  5. Bebas dari segala hal yang menghalangi puasa, seperti (pada perempuan) haid dan nifas.

 

Ya. Itu dia hal-hal mengenai ibadah puasa.

Berikutnya kami akan menginformasikan mengenai siksa-siksa yang akan diterima apabila tidak menunaikan ibadah puasa.

Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.

Tidak perlu di share, kecuali bermanfaat. 🙂