Ficky Septian Ali Blogger, Penulis Paruh Waktu, Storyteller, Pemuda Hijrah dan Banyak lagi.

Kekuatan Doa

3 min read

kekuatan doa

Senjata Terkuat Bagi Seorang Mukmin

Saya pernah mendengar bahwa kata-kata adalah senjata yang paling mematikan di dunia, namun saya tidak mengerti kata apa itu? Sampai pada akhirnya, saya menyadari bahwa kata yang dimaksud itu sebenarnya adalah Doa.

Doa adalah sebuah permohonan yang dipenuhi dengan rasa berharap kepada Allah Azza Wa Jalla. Doa adalah penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya, tidak peduli apakah doa itu diucapkan dengan kata-kata atau hanya dengan diam di dalam hati.

Doa tidak terikat oleh waktu, tempat dan kondisi. Menjadikannya sebagai ibadah yang paling ringan untuk dikerjakan, karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Saya melalui tulisan ini, ingin berbagi betapa hebat dan dahsyatnya kekuatan dari doa.

Semoga artikel ini bisa membantu temen-teman yang berhijrah, agar senantiasa berdoa dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

 

Kekuatan Doa

Tidak ada satu pun kekuatan yang bisa dilakukan oleh makhluk untuk merubah takdir, melainkan hanya dengan doa.

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan.”

[HR. Tirmidzi, no. 6 dalam Kitab Al-Qadr, Bab “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa”]

Adapun makna dari hadits ini terkait dengan menolak takdir adalah apabila seseorang tidak berdoa, maka takdirnya seperti itu-itu saja. Sedangkan apabila seseorang berdoa, takdir akan dijalani dengan mudah. Kemudian, makna hadits dari menambah umur adalah apabila seseorang tidak melakukan kebaikan, maka umurnya pendek. Lalu
apabila seseorang melakukan kebaikan, maka umurnya akan bertambah, yakni bertambah berkah.

Hal ini menunjukan betapa hebat dan kuatnya sebuah doa. Menolak takdir itu mustahil dilakukan oleh seseorang hanya dengan berusaha saja.

Saya yakin doa telah membantu teman-teman untuk istiqomah di jalan yang lurus. Saya juga percaya, doa adalah sumber kekuatan yang membantu kita mendapatkan rizki.

Ulama Salaf Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah⁣ berkata,

“Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Tidak ada yang bisa menambah usia kecuali kebajikan. Sungguh, seorang benar-benar terhalang dari rizkinya karena dosa yang ia kerjakan.”⁣

[Ad-Daa’ wad Dawaa’ | Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah⁣]

Mengingat betapa hebat dan dahsyatnya kekuatan dari doa itu, saya ingin mengajak teman-teman untuk tidak pernah bosan memanjatkan doa.

(Baca Juga: Mengapa Harus Memilih Manhaj Salaf?)

Doa adalah Senjata

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indonesia Bertauhid [Official] (@indonesiatauhid) pada

Allah Azza Wa Jalla mencintai hamba yang senantiasa memanjatkan doa. Allah menyukai hamba yang mengangkat kedua tangan untuk meminta dan memohon pertolongan. Allah sangat menyayangi hamba yang menjadikan doa sebagai senjata dalam kondisi apapun.

Doa adalah senjata manusia yang dapat meruntuhkan keangkuhan di dalam hati, dan menumbuhkan segenap kesadaran akan kelemahan diri sebagai manusia untuk senantiasa menggantungkan segala sesuatu hanya kepada Allah.

Doa adalah senjata kaum mukminin dan merupakan tiang agama serta cahaya langit dan bumi. Doa adalah senjata yang mampu menghapus dosa-dosa.

 

Agar Doa Lebih Cepat Dikabulkan

Sebagai manusia pada umumnya, saya lebih sering mengingat Allah ketika saya sedang dalam keadaan susah dan sedih. Saya terkadang lupa berdoa ketika sedang dalam keadaan bahagia. Padahal di antara ciri khas serorang mukimin adalah sering bersyukur.

Saya juga sering bertanya pada diri sendiri. Di dalam hati sering bergumam, “Mengapa doaku belum kunjung dikabulkan?”

Setelah saya cek lagi, ternyata memang saat itu saya adalah orang yang jarang bersyukur. Seharusnya kita selalu mengingat Allah dengan menunjukan rasa syukur kita. Karena di saat kita senantiasa mengingat Allah (senang dan lapang), maka Allah akan mengingat kita di saat susah dan sempit.

Sebagai seorang mukmin, kita seharusnya bersyukur atas semua keadaan.

Agar doa lebih cepat dikabulkan, kita harus doa dengan lebih baik lagi. Kita harus berdoa seperti seseorang yang sangat lemah dan benar-benar membutuhkan pertolongan dari Allah.

Muwarriq rahimahullah berkata,

“Saya tidak pernah mendapati suatu perumpamaan bagi seorang Mukmin dalam hal berdoa kecuali seperti seseorang yang tengah mengapung di lautan. Kemudian orang mukmin itu mengucap doa, ‘Wahai Rabbku, Wahai Rabbku.’ Orang Mukmin ini berharap semoga Allah menyelamatkannya.”⁣

-Az-Zuhd II/273-
[Ad-Daa’ wad Dawaa’ – Ibnu Qayyim al-Jauziyyah⁣]

Adapun syarat agar doa-doa kita cepat diijabah adalah:

  1. Ikhlas, berdoa hanya untuk Allah semata dan tidak menyekutukannya.
  2. Yakin, bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang dapat menolong dan tidak meragukan sedikitpun.
  3. Meminta sesuatu yang wajar dan benar bisa dilakukan. (Contoh: Tidak meminta perubahan pada status gender)
  4. Menghindari doa dan maksiat.

Jangan lupa juga untuk berdoa ketika sedang Safar. Karena doa ketika sedang Safar adalah doa yang mustajab.

(Baca Juga: Kupersembahkan Ibadah Hanya Kepada Allah)

Tiada Kerugian Bagi Seseorang yang Berdoa

Jangan pernah berhenti untuk berdoa, meskipun bertahun-tahun lamanya. Tiada kerugian sedikitpun bagi seseorang yang memohon dan meminta pertolongan dari Allah.

Manusia sejatinya butuh Allah. Ketika kita berdoa, kita membutuhkan Allah dan saat itu pula Allah akan memberikan pertolongan.

Berikut ini adalah keuntungan yang akan didapatkan untuk seseorang yang senantiasa berdoa kepada Allah di saat senang dan sedih:

  1. Setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah, semuanya akan menjadi pahala. Doa kita akan menjadi kebaikan yang disimpan di Akhirat.
  2. Ketika doa tidak dikabulkan, Allah sedang menjauhkan kita dari keburukan. (Misalnya: Ada seseorang berdoa agar menjadi kaya dan Allah tidak mengabulkannya, karena Allah tahu ia akan sombong dan binasa.)
  3.  Berdoalah dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah akan mengabulkannya di dunia. Seseorang yang berdoa akan mendapatkan nikmat sesuai dengan apa yang dimintanya.

Doa adalah obat yang aman bermanfaat dan musuh bagi bencana. Ia akan memerangi, mengobati, mencegah, menghilangkan, ataupun meringankan bencana yang menimpa.

Demikian tulisan dibuat, saya mohon maaf apabila ada kesalahan pada artikel ini. Saya berharap artikel ini bermanfaat. Silahkan dibagikan kepada teman-teman dan keluarga. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan Allah senantiasa memberikan kemudahan dan keistiqomahan untuk kita semua.

Terima kasih.

 

Gambar:

Freepik.com

 

Source:

Rumaysho.com

Muslim.or.id

Ficky Septian Ali Blogger, Penulis Paruh Waktu, Storyteller, Pemuda Hijrah dan Banyak lagi.