HIDUP HANYA SEBENTAR

0
472
views

Wahai diri ini yang lalai akan kematian, ingatlah faedah mengingat kematian.

Mengingat kematian adalah termasuk ibadah tersendiri, dengan mengingatnya saja seseorang telah mendapatkan ganjaran karena inilah yg diperintahkan oleh suri tauladan kita, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Hadits Nabi Mengenai Mengingat Kematian

Mengingat kematian membantu kita dalam khusyu’ dalam shalat. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

“Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) karena tidak bisa memenuhinya.” 

HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebaigamana kata Syaikh Al Albani.

Faedah Mengingat Kematian

Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayit kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.

Mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

“Perbanyaklah untuk mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang & jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tdk akan tertipu dg dunia (sehingga lalai akan akhirat).”

HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani.

Menghindari Perilaku Zhalim dengan Mengingat Kematian

Mengingat kematian membuat kita dijauhkan dari perilaku Zhalim. Allah Ta’ala berfirman,

“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.”

QS. Al Muthoffifin: 4

Kisah Seseorang yang Mengingat Kematian

Ada sebuah kisah menakjubkan tentang seseorang bernama Ar Robi’ bin Khutsaim. Ia adalah salah satu tokoh Tabi’in.

Ia pernah menggali kubur di rumahnya. Jika dirinya dalam keadaan kotor (penuh dosa), ia bergegas memasuki lubang tersebut.

Ia berbaring & berdiam di sana. Lalu ia mmbca firman Allah Ta’ala.

“Ketika datang kematian pd seseorang, lalu ia berkata): Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yg saleh thdp yg telah aku tinggalkan.”

QS. Al Mu’minun : 99-100

***

Hidup hanya sebentar kawanku. Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Apakah kita sudah mempersiapkan kematian itu?

 

Source: Indonesia Bertauhid Official