Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Mengatasinya

3 min read

Pengertian Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Mengatasinya

Memahami pengertian penyakit hati dalam islam adalah hal yang penting sekali. Apalagi, hati sendiri merupakan salah satu organ terpenting yang tentunya dimiliki oleh setiap manusia. Hati selalu digunakan setiap saat. Hati bisa menimbulkan rasa suka maupun tidak suka. Hati juga selalu digunakan untuk menyatakan rasa benci, maupun menyukai. Serta hati juga bisa digunakan untuk merasakan berbagai macam rasa yang timbul dalam kehidupan.

Dengan hati yang dimiliki oleh setiap manusia, hal ini juga bisa mencerminkan baik buruk yang dirasakan oleh setiap orang. Maka dari itulah, jangan sampai di dalam hati Anda ada penyakit hati.  Lain halnya dengan Rasulullah yang terpilih atas keridhoan Allah. Rasul telah dibersihkan hatinya dari segala pikiran buruk yang mungkin akan dipikirkan ataupun terpelihara di dalam manusia.

Seseorang yang memiliki penyakit hati tentunya tidak akan merasa nyaman ataupun tenang. Orang yang punya penyakit hati tidak akan pernah tenang saat melihat kebahagiaan atau hal baik yang diterima oleh orang lain. Padahal, pemikiran yang seperti ini justru hanya membuat orang yang punya penyakit hati menjadi lelah. Karena perasaan yang seperti itu bisa dijadikan sebagai bukti kurang bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Pengertian Penyakit Hati dalam Islam

Dalam sudut pandang islam. Ada banyak penyakit hati yang selalu ada di dalam manusia. Yaitu, dengki,  dendam,  tinggi hati (sombong),  berburuk sangka (husnuzon),  dan marah. Itu adalah beberapa sifat yang tentunya pernah dialami, maupun selalu dialami oleh semua orang. Adapun  beberapa jenis penyakit hati jika disesuaikan dengan pengelompokannya juga ada banyak.

Yaitu, dendam (ghill), kemunafikan (infaq), dan was-was. Ketiganya adalah penyakit hati yang membuat seseorang mudah gelisah. Pengertian penyakit hati dalam islam ini tertulis dalam At-Turmidzi dalam An-Najr 2002. Dimana dari sana membagi was-was ke dalam dua jenis. Yaitu was-was yang datangnya dari nafsu dan was-was yang berasal dari syaitan.

Pengertian penyakit hati dalam islam, seperti was-was ini timbul karena seseorang pintar memutar balikan fakta sebuah peristiwa. Selain itu, penyakit hati ini juga merupakan gejolak syahwat dan biasanya penyakit ini seringkali terjadi karena ujaran-ujaran /ucapan. Melihat makna penyakit hati yang begitu banyak, maka penting untuk mengetahui jenisnya dan cara mengatasinya. Agar kita semua tidak jatuh di lubang penyakit hati yang dalam.

Jenis Penyakit Hati dan Cara Mengatasinya

Setelah mengetahui seperti apakah pengertian penyakit hati dalam islam dan mengetahui jenisnya. Berikut ini akan dibahas tentang beberapa jenis penyakit hati yang sering sekali dijumpai maupun yang selalu dilakukan oleh manusia. Yaitu dendam/ ghilli,  marah,  selalu membanggakan diri/ Ujub,  takabur dan riya/ memperlihatkan sesuatu kepada orang lain. Berikut ini ulasannya!

Dendam /Ghilli

Seperti yang diketahui dendam merupakan penyakit hati yang timbul karena kekecewaan dengan orang lain maupun tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain.  Imam Fahrurrazi mengatakan bahwa dendam tidak terlepas dari perasaan dengki yang timbul karena ucapan dan berbekas di dalam perasaan seseorang. Sehingga hal ini bisa meninggalkan dendam. Padahal, menurut H. R. Bukhori, dengan rasa penuh dendam sudah pastinya menjauhkan seseorang untuk melakukan hal yang diridhoi Allah.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit hati ini adalah, sebisa mungkin jika melakukan kesalahan segeralah minta maaf. Begitu pula jika orang lain berbuat kesalahan. Alangkah baiknya untuk saling memaafkan. Kemudian, melupakan kesalahan. Dengan melakukannya, ini bisa membuat hati menjadi tentram dan menjaga silaturahmi. Hal ini juga bisa membuktikan bahwa Anda adalah orang yang berpendidikan sekaligus mulai paham akan pengertian penyakit hati dalam islam.

Marah

Marah pada hakikatnya adalah perasaan memuncak untuk melupakan kekesalan kepada orang lain. Tak jarang orang yang marah seringkali mengutarakan beberapa perkataan yang kurang pantas, hingga menyakiti hati seseorang.  Ketika kesabaran seseorang diambang batas, hal yang selalu ingin dilakukan adalah marah. Marah itupun biasanya bukan tanpa alasan.

Bisa saja orang marah karena mencoba untuk sabar tetapi tidak bisa. Marah untuk melupakan sakit hati yang sudah terpendam lama.  Sebagaimana juga Rasulullah, bahwa beliau hanya mausia biasa. Beliau bisa senang, marah, seperti halnya manusia biasa. Bersamaan dengan hal itu, kemarahan juga bisa menjadi salah satu sifat yang sangat disukai oleh syaitan.

Semakin memuncaknya amarah seseorang, manusia bisa gelap mata. Mereka bisa melakukan hal yang tidak-tidak tanpa mengenal keluarga,  maupun teman saat marah. Maka dari itulah, alangkah baiknya Anda harus menghindari amarah di dalam diri Anda. Anda juga harus menahan emosi dan sabar. Selalu ingat bahwa masalah yang dihadapi adalah salah satu bentuk dari ujian yang diberikan oleh Allah.

Rasa Bangga Diri (‘Ujub)

Salah satu penyakit hati yang sering dialami maupun dilihat di lingkungan sekitar, adalah ujub atau membanggakan diri sendiri. Sebagai umat beragama, mereka harus memiliki akhlak yang baik dan bisa saling menghargai. Setiap umat juga harus menghormati orang lain tanpa mengenal batasan umur. Pengertian penyakit hati dalam islam, seperti  ujub merupakan salah satu perilaku membanggakan diri sendiri.

Baik itu membanggakan diri sendiri, maupun kepada orang lain.  Hal ini terjadi karena adanya sesuatu hal yang tidak dimiliki oleh orang lain. Sehingga, atas hal itulah yang kemudian membuat seseorang menjadi sombong. Kemudian,  merendahkan manusia, serta menolak kebenaran.  Dan memang sombong itu sesungguhnya berasal dari ujub. Buruknya lagi adalah, ujub termasuk ke dalam dosa besar. Hal ini tertuang dalam surat Al-Luqman  ayat 18.

Iri Hati & Dengki

Pengertian penyakit hati dalam islam seperti hasad dengki merupakan perasaan yang sering dijumpai setiap orang. Iri hati dan dengki adalah perasaan tidak suka saat ada orang lain merasakan nikmat dari Allah. Bahkan penyakit hati ini terkadang bisa berujung kemarahan, hingga melakukan hal diluar batas sampai membunuh orang lain maupun keluarga sendiri karena iri hati dan dengki. Naudzubillah.

Memiliki penyakit iri hati dan dengki adalah satu perbuatan yang sangat tidak menguntungkan. Karena jika melakukan hal ini sama saja menentang ketentuan Allah dan sama saja dengan menzalimi saudaranya. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit hati adalah selalu mempertebal keimanan. Dengan begitu, semua sikap dan perilaku yang tidak baik niscaya akan menjauh dari diri sendiri.

Selain itu, penyakit hati ini juga bisa diatasi dengan cara  selalu mengingat dosa setiap saat. Maka dari itulah, selalu bersyukur dengan hal apapun yang dimiliki, baik itu sekecil apapun adalah hal yang wajib. Sebaiknya jangan memikirkan atau bahkan membenci orang lain karena nikmat yang diberikan Allah. Justru, doakan saja orang-orang yang lebih beruntung supaya hati menjadi lebih tentram dan nyaman. Dengan begitu, hal  ini membuktikan bahwa Anda sudah memahami makna pengertian penyakit hati dalam islam yang sebenarnya.