5 Cara Belajar Ikhlas Beramal

3 min read

Belajar Ikhlas

Setiap manusia harus belajar ikhlas dan sabar setiap waktu. Karena manusia adalah tempatnya banyak kesalahan, dosa, dan kekhilafan. Baik itu disengaja, maupun tidak disengaja. Maka dari itulah, tidak ada salahnya jika kita sebagai manusia harus menyadari akan kesalahan kita selama ini. Yaitu, dengan merubah cara pandang menjadi lebih baik, menjauhi hal-hal yang buruk, dan selalu mendekat kepada yang baik.

5 Cara Belajar Ikhlas saat Beramal

Salah satu kuncinya untuk merubah semua ini adalah dari manusia itu sendiri. Yaitu dengan niat. Namun, meskipun terlihat bahwa niat adalah hal yang mudah dilakukan, tetapi bisakah untuk mempertahankan niat tersebut dan belajar untuk ikhlas di dunia ini? Karena tentu saja hal ini bukan hal yang mudah! Akan tetapi jangan khawatir kita bisa saling belajar, dengan mempelajarinya secara perlahan. Berikut ini adalah beberapa langkah cara belajar ikhlas saat beramal.

  1. Memahami dan Lebih Mengenal Siapa Allah

Sebagai umat islam tentunya kita selalu dan tak hentinya beribadah. Bahkan ada juga yang selalu melakukan berbagai macam perbuatan yang terkadang ditentang oleh agama. Jadi, bila selama ini  kita taat beribadah kepada Allah,  mengingat Allah,  mengucapkan doa dan berharap kepada Allah. Namun, apakah Anda sebagai umat islam sudah kenal dengan Allah? Sang Ilahi itu tidak akan bisa dilihat secara kasat mata.

Akan tetapi, pandangan serta apapun yang dikerjakan oleh seluruh umat manusia tentunya selalu diketahui oleh sang Pencipta. Karena beliau sangat Maha Tahu Segalanya.  Maka dari itulah, ketika ingin belajar ikhlas, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh setiap manusia. Yaitu harus bisa memahami serta mengenal siapa Allah sesungguhnya. Mungkin ini perkara mudah. Akan tetapi, jika dilakukan dengan benar, maka akan terasa sangat sulit untuk lebih dekat dengan sang Pencipta.

Maka dari itulah, jika ingin belajar ikhlas, Anda harus bisa mengenal aturan apapun yang tak disukai oleh-Nya. Sehingga rasa ikhlas yang Anda lakukan itu ada dasarnya. Yaitu berdasarkan dari Allah dan tak ingin mengecewakan-Nya. Selain itu, sebagai umat islam, Anda juga harus selalu sadar diri bahwa semua yang dimiliki itu hanyalah titipan semata. Allah yang maha menentukan segalanya. Sebagai salah satu contoh ketika sedang sakit dan tertimpa musibah, jika seseorang belum mengenal Allah, sudah pasti mereka akan meluapkan perasaan emosi yang tak terhingga.

Hal seperti ini justru akan membuat Allah menjadi murka. Bisa Anda renungkan sendiri dari berbagai peristiwa tersebut, hal ini justru akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan di dunia. Karena Anda merasa sakit dan kecew. Namun, jika umatnya yang telah mengenal Allah, tentunya mereka akan belajar ikhlas menerima semua yang ditimpanya. Karena hitungan roda kesulitan itu sebenarnya hanya boleh dihitung selama beberapa hari saja.

Jadi, umat muslim tidak boleh mengeluh saat diberikan sakit. Karena umat manusia harus bisa lebih sadar dan bijak dalam  menjaga kesehatannya dengan cara belajar ikhlas. Tak halnya sebagai umat islam sesungguhnya, marilah kita semua lebih mengenal Allah. Mengenal semua hal yang disukai, maupun yang dibencinya. Dengan menumbuhkan keikhlasan dalam diri, insyaallah hati akan menjadi selalu tenang dan nyaman. Sehingga, dalam setiap langkah tentunya akan diberikan ridho kepada Allah SWT.

  1. Bergaulah dengan Orang-orang yang Ikhlas

Keikhlasan merupakan satu hal yang tidak bisa diukur oleh semua orang, terutama diri sendiri. Semua itu hanya Allah yang mengetahuinya dan menjadi rahasia-Nya.  Namun jika kita ingin belajar ikhlas dalam beramal, bergaulah dengan orang-orang yang tentunya dapat mengarahkan kita untuk saling mengingatkan apabila terjadi satu hal yang dirasakan tidak menyenangkan.

Karena kekecewaan itu umumnya sering dialami oleh setiap orang saat berada di lingkungan orang-orang yang selalu mengandalkan emosi tanpa berpikir panjang dan bersikap tenang. Rasa ikhlas sudah pastinya tidak akan tumbuh didalam dirinya jika tidak bergaul dengan orang yang tepat. Lain halnya dengan yang sering bergaul dengan orang-orang yang selalu ikhlas, jika saudaranya tertimpa musibah pastinya akan saling mengingatkan dan memberikan solusi yang terbaik dengan kembali kepada Allah.

  1. Berdoa

Di antara niat dan usaha, yang harus dilakukan untuk mencapai keikhlasan adalah harus lebih banyak berdoa kepada Allah SWT. Nabi kita Muhammad SAW selalu memanjatkan doa kepada Allah agar terhindar dari sikap syirik dan musyrik yang sering kali membawa malapetaka. Karena, syirik merupakan salah satu ciri umat yang tidak bisa belajar ikhlas. Karena mereka memilih jalan pintas dan tidak ingin melihat orang lain bahagia. Maka dari itulah, jangan sampai kita termasuk ke dalam beberapa golongan orang syirik. Naudzubillah.

  1. Menyembunyikan amal kebaikan

Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa Allah lebih menyukai umat-Nya yang bertakwa da selalu bersyukur. Sedangkan, Ibnu Mubarak mengatakan, bahwa sebaiknya jadilah orang yang mengasingkan diri. Agar amalannya bisa tersembunyi dari orang lain. Selain itu, akan lebih baik bila tidak menyukai popularitas. Karena hal itu bukanlah hal yang baik untuk dipamerkan.

Jadilah sebagai umat islam yang tidak perlu mengumbar-umbarkan semua ibadah keutamaan yang dimilikinya, terutama dengan alasan ingin dipuji oleh orang lain.  Memang manusia tidak ada puasnya, akan tetapi ada baiknya melakukan hal yang diridhoi Allah dengan melakukan belajar untuk ikhlas dalam beramal. Salah satunya dengan menyembunyikan hal-hal positif kepada orang lain.

Biarlah orang lain  menilai kepribadian yang lain, tapi kembali lagi. Jangan pernah takut dengan sudut pandang orang lain. Hanya takutlah dengan kuasa Allah saja. Maka dari itulah, sebaiknya ubahlah semua kebiasaan Anda yang buruk menjadi ke hal yang dicintai oleh Allah. Dengan begitu, hati bisa lebih sabar dan iklas dalam beramal. Dengan begitu, Anda juga bisa lebih tenang dalam beramal.

  1. Melupakan Pahala Amal Akhirat

Dalam hal ini jangan sampai berprasangka negatif, melupakan pahala amal akhirat merupakan salah satu cara ikhlas beramal. Karena artinya, melupakan pahala amal itu sama sajja selalu melakukan berbagai macam kebaikan tanpa mengingat pahala yang akan diterima.  Jangan menjadi seseorang yang selalu ingin dilihat dipuji lakukan berbagai hal dengan tanpa pamrih begitu juga dalam pandangan islam.

Dengan ikhlas Anda bisa menjadikannya sebagai salah satu satu cara untuk terhindar dari hal-hal tersebut.  Kejarlah pahala tanpa harus mengingat berapa banyak yang akan diterima. Sesungguhnya Allah Maha Adil Maha Mengetahui. Niat ataupun perbuatan yang dilakukan oleh setiap umatnya, sesungguhnya dengan keikhlasan, syaitan tidak akan berani bahkan tak bisa menggoda umat manusia. Karena menurut syaitan itu suatu keikhlasan akan menghalangi tipu daya yang akan dilakukannya.

Beruntunglah jika Anda masih masih mau belajar tentang bagaimana caranya untuk ikhlas dalam beramal. Karena dengan mempelajari dan menerapkannya dalam kehidupan Anda, hal ini akan membawa nilai yang positif bagi diri Anda sendiri maupun orang lain. Tentunya dengan selalu ikhlas dalam beramal inilah Anda akan mendapat perlindungan dari Allah di hari akhir nanti.