Jangan Merokok di Kota Nabi: Ini Bukan Soal Kebiasaan, Tapi Soal Adab

Jangan Merokok di Kota Nabi

Jangan Kotori Kota Nabi dengan Rokok Anda

Bayangkan ini sejenak. Anda berdiri di Kota Nabi.
Bisa jadi udara yang sama dengan udara yang pernah dihirup Rasulullah ﷺ.
Tanah yang sama yang dulu diinjak para sahabat.

Lalu… Anda menghembuskan asap rokok di sana.

Sungguh ironi—bahkan memalukan—ketika sebagian warga Indonesia datang ke Makkah dan Madinah, namun justru meninggalkan jejak buruk. Kabarnya, perilaku itu sampai ditiru oleh jamaah dari negara lain. Bukan karena mereka kagum, tapi karena melihat kita menganggap remeh adab di Tanah Suci.

Bagaimana Jika Kita Merokok di Hadapan Nabi?

Coba jujur pada diri sendiri.
Bagaimana jika kita merokok tepat di hadapan Rasulullah ﷺ?

Apa yang akan beliau sampaikan kepada kita?

Apakah rokok itu mengganggu kaum muslimin atau tidak?
Tanyakan pada seorang ibu yang sedang menyusui anaknya.
Tanyakan pada orang tua, pada jamaah lain, pada mereka yang sesak napas karena asap kita.

Dan yang paling penting—tanyakan pada fitrah diri kita sendiri.

Jika hati itu masih bersih, kita tahu jawabannya.
Rokok itu tidak baik.
Ia merusak tubuh, mengganggu orang lain, dan mencederai adab.

Bahkan sering kali, di dalam hati kecil kita ada keinginan untuk berhenti. Kita tahu itu. Kita hanya menundanya.

(Baca Juga: Pengalaman Dapat Networking Waktu Umrah)

Berhentilah Merokok, Terutama Ketika Berada di Kota Nabi

Maka, berhentilah. Jika memang kau masih ingin merokok saat berada di Kota Nabi, cobalah lakukan satu hal:
Masuklah ke masjid.
Minumlah air zam-zam sampai kenyang.
Lalu berdoalah dengan sungguh-sungguh agar Allah memudahkanmu berhenti.

Semoga cara di atas bisa membantu Anda untuk berhenti merokok. Terutama ketika sedang berada di kota Nabi.

InsyaAllah, meninggalkan rokok akan mendatangkan keberkahan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.” [HR. Ahmad]

Kami tahu, berhenti secara langsung itu berat. Tidak mudah.
Maka jika belum mampu sepenuhnya, jauhilah teman-teman perokok Anda, terutama di Tanah Suci.

Ingat, Kota Nabi dijaga oleh para malaikat.
Jangan kotori udaranya dengan asapmu.
Jangan kotori tanah dan lantainya dengan abu rokokmu.

Doa untuk Saudara Kita yang Masih Diuji

Mari kita doakan saudara-saudara kita yang masih diuji dengan rokok.
Bukan dengan caci maki, tapi dengan doa.
Bukan dengan merasa lebih suci, tapi dengan rasa peduli.

Semoga Allah membersihkan hati kita,
menjaga adab kita di Tanah Suci,
dan menggantikan apa yang kita tinggalkan karena-Nya
dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Aamiin.

 

——

Image:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *