NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM

0
860
views

Perhatian Nabi Muhammad SAW Terhadap Sesama

Nabi Muhammad SAW sejak anak-anak hingga dewasa, bahkan sampai menjadi Rasul terkenal akan kejujurannya, budi pekerti dan kepribadiannya yang tinggi. Beliau adalah sosok yang sangat pemurah, dan sangat menaruh kasih sayang terhadap sesama manusia. Mulai dari anak-anak, orang tua, hamba sahaya, muslim, bahkan kepada orang yang memusuhi beliau.

Sikap Kasih Sayang

Berikut ini adalah contoh sikap kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada sesama

manusia, yaitu sebagai berikut.

a. Kasih Sayang Kepada Anak-anak

Terhadap anak-anak Nabi Muhammad SAW bergaul dengan akrab dan sangat setia terhadapnya. Pada suatu saat Nabi Muhammad SAW sedang shalat, tanpa sepengetahuan beliau, putranya yang bernama Hasan naik ke punggung beliau tetapi beliau tidak marah karena ia belum mengerti. Suatu hari ada beberapa orang datang menghadap Nabi Muhammad. Kebetulan

beliau sedang memangku Hasan, didekapnya dan dicium dengan kasih sayang.
Urang-orang tersebut merasa heran melihat perilaku Nabi Muhammad SAW. Di antara mereka ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi tidak satu orang pun yang pernah aku ciumi!” Kemudian Nabi menjawab dengan berkata, “siapa yang tidak menyayangi, maka ia pun tidak disayangi. “

b. Kasih Sayang Terhadap Pelayan

Terhadap pembantu dan pelayannya Nabi Muhammad SAW juga sangat sayang. Seorang pelayan beliau bernama Anas bin Malik yang pernah hidup bersama sampai sepuluh tahun, mengisahkan ia tidak pernah dicela atas pekerjaan yang dilakukan walaupun hanya sekali saja. Nabi Muhammad SAW mengerti semua manusia mempunyai hak yang sama dalam hidup ini.

c. Kasih Sayang Terhadap Umat Islam dan Orang Non-Islam

Kisah perjalanan Isra’ Mikraj merupakan sebuah gambaran kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Dalam kisah peristiwa Isra’ Mikraj diceritakan, bahwa Allah memerintahkan umat islam shalat 50 kali sehari semalam. Nabi Muhammad memohon supaya umatnya diringankan menjadi 5 kali saja. Menjelang Nabi Muhammad SAW wafat menghadap Allah kembali beliau menyebut “umatku… umatku…” dengan suara yang lemah. Kedua contoh tersebut menunjukkan betapa rasa kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada kaumnya.

Tiba-tiba Rasulullah berdiri diikuti oleh kaumnya. Setelah rombongan yang mengusung jenazah berlalu ada kaum yang bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah dia orang Yahudi?” Nabi Muhammad menjawab, “Bukankah dia manusia seperti kita juga?”. Itulah jiwa besar penghormatan Nabi Muhammad SAW terhadap orang non-muslim.

Perasaan dendam dan sakit hati tidak pernah dimiliki oleh Nabi Muhammad. Kasih sayang beliau.

Kasih Sayang Nabi Muhammad Kepada Makhluk Selain Manusia

Terhadap orang-orang yang pernah berniat mencelakakan dan akan membunuh beliau dicontohkan:

a. Sayang Terhadap Binatang

Saat mengadakan perjalanan, Nabi Muhammad melihat seekor kucing sedang kehausan. Beliau segera mengambil air dan memberikannya. Sifat sayang Nabi Muhammad yang lain terhadap binatang tertuang dalam ajaran beliau sebagai berikut.

1) Tidak diperbolehkannya menjadikan binatang sebagai sasaran tambahan dalam perbuatan memanah.

2) Ketika menyembelih binatang harus menggunakan pisau yang tajam, dikandung maksud agar tidak menyakitinya.

3) Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah apakah berlaku baik kepada binatang

mendatangkan pahala?” Nabi Muhammad menjawab, “Setiap perlakuan baik terhadap makhluk hidup mendatangkan pahala.

Rasulullah juga melarang bersikap kasar terhadap binatang peliharaan.

b. Sayang Terhadap Tumbuhan

Di antara lingkungan yang harus kita jaga kelestariannya adalah tumbuh-tumbuhan. Karena tumbuhan merupakan sumber makanan dan minuman bagi kehidupan manusia.

Tumbuhan yang tumbuh dengan subur dan terjaga kelestariannya mempunyai manfaat yang banyak, di antaranya sebagai berikut.

1) Dapat mencegah dan menanggulangi banjir.

2) Dapat mencegah dan menanggulangi tanah longsor.

3)Dapat mengurangi polusi udara.

4)Sebagai sumber mata air.

5) Tempat berlindungnya hewan dan binatang.

Oleh karena itu, kita tidak boleh merusak tumbuhan dan menebang pohon sembarangan sehingga dapat merugikan bagi kelangsungan hidup manusia sendiri. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk menjaga kelangsungan, generasi berikutnya termasuk anak-anak dan cucu kita.

Terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here