BAGAIMANA CARA MENGUPAYAKAN HIJRAH?

0
549
views
Yuk hijrah! Lari jemput bola! Jangan diem aja!

Kalian Tidak Akan Hijrah, Sampai Kalian Berusaha Untuk Berhijrah

Hijrah itu bukan ditunggu, tapi diupayakan!

Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum, sampai mereka merubah kondisinya sendiri!

Konsep hidup dalam agama Islam itu adalah menjemput bola, bukan menunggu bola. Jika kalian menolong agama Allah, maka Allah akan tolong kalian.

Jangan dibalik!

Kita tidak bisa menunggu pertolongan terlebih dahulu, baru berjalan.

Barangsiapa yang berjuang (berjihad) diatas jalan Allah, maka Allah akan berikan ia petunjuk diatas jalan yang benar.

Baik. Mari kita renungkan.

Bila dibandingkan dengan sejumlah negeri yang lain, negeri kita indonesia dianugerahkan sumber alam yang jauh lebih banyak.

Tanahnya yang subur, cuacanya baik dan teratur sepanjang tahun. Berbagai macam tanaman dan binatang yang beraneka ragam.

Lihat dan bandingkanlah dengan sejumlah negeri lain yang tanahnya tidak subur, bersalju hingga beberapa bulan yang menyebabkan matinya banyak tanaman dan meranggasnya pepohonan, serta menimbulkan kesulitan untuk mencari nafkah.

Tapi mengapa rakyat di negeri kita banyak yang menderita bagaikan ayam yang lapar di lumbung padi ?

Pengalaman hidup menderita seperti ini sepatutnya menantang pikiran kita untuk berpikir kembali tentang pola hidup selama ini.

Jangan-jangan pola hidup sebahagian kita selama ini sifatnya pasif atau menunggu, meskipun pada saat yang sama berjuta rahmat Allaah tersebar di setiap jengkal bumi tempat berpijak.

Tanah yang gembur enggan diolah, sedangkan di sisi lain pola hidup cenderung mengikuti langkah setan: boros. Waktu yang ada untuk melakukan perbaikan, banyak yang terbuang percuma.

Padahal termasuk tanda orang yang bersyukur ialah bila memanfaatkan segala pemberian Allah pada tempatnya.

Dengan demikian, membiarkan waktu tak terpakai untuk tujuan kebaikan dan membiarkan segala sumber alam tak terolah, juga pertanda orang yang enggan mensyukuri nikmat

Dalam keadaan demikian, mengharapkan perubahan suatu hal yang mustahil.

Hidup ini tak akan berubah, kalau tak berusaha merubahnya sendiri. Itulah janji Allah.

Apalagi Allah sudah menyediakan bahan mentah berupa sumber daya alam, mengaruniai akal untuk berpikir, dan memberi kesempatan untuk berbuat. Dipakai atau tidak, semua itu harus dipertanggungjawaban kelak, terutama waktu dan pikiran kemana dimanfaatkan

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka “ (QS. Ar Ra’d: 11).

Ya. Seperti itulah konsep sederhana tentang hijrah.

Hijrah tidak bisa kita menunggu hidayah!

Hijrah harus dilakukan sekarang juga. Dengan niatan berjuang agar kita bisa lebih baik dari pada sebelumnya.

Tentu dengan tujuan meninggalkan keburukan yang sebelumnya sering kita lakukan. Meninggalkan yang haram, yang makruh dan yang syubhat.

Apabila kita meninggalkan suatu keburukan karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Ah.. Merokok makruh, saya tinggalkan toh ada jus jambu. Riba haram, saya tinggalkan.

Segala keburukan harus kita sendiri yang meninggalkan, bukan malah duduk manis menunggu hidayah.

Sehari-hari yang tidak biasa mengenakan hijab, paksa diri kalian! Jangan nunggu hidayah! Ketahuilah bahwa menunjukan aurat itu dosa besar.

Dan untuk perempuan yang dicintai Allah,

Ketahuilah bahwa neraka itu penuh dengan perempuan dan orang-orang kaya. Sebagian dari mereka masuk neraka karena hal yang sangat sederhana.

Ya. Tidak menutup aurat.

Lantas harus menunggu apalagi?

Pemuda jaman sekarang. Kita lihat bagaimana gaya hidupnya sekarang. Apakah yang terbiasa mabuk-mabukan, main perempuan dan lainnya bisa dengan mudahnya Allah berikan hidayah?

Ya. Mungkin benar.

Tapi mau nunggu sampai kapan jika kalian pelakunya! Bisa jadi belum sampai hidayah itu datang kepadamu, kamu sudah meninggal.

Umur mah siapa yang tau, kan?

Ayolah! Hidayah itu dijemput, bukan ditunggu. Bisa jadi setelah kalian membaca artikel ini lalu meninggal dunia kan?

Dikit-dikit inget mati, bro!

Perbanyaklah mengingat segala pemutus segala kelezatan (dunia), yakni dengan mengingat kematian.

Dunia ini mungkin tempat kita tinggal. Namun lebih tepatnya, dunia ini adalah tempat kita meninggal. Jangan terlalu berharap banyak dari apa yang kita tinggali sementara ini.

Ada hal yang lebih baik.

Barang siapa meninggalkan dunia ini karena Allah, maka Allah akan berikan dunia yang lebih baik.

Iya, kita semua tahu.

Mana ada sih tempat yang lebih indah dari surga?

 

Dunia Itu Ibarat Parfum

Dan perlu kita ketahui bahwa surga dunia itu sebenarnya tidak ada! Dunia ya dunia! Segini-gini aja.

Dunia itu ibarat parfum. Kita pakai seadanya aja, jangan ditelan! Nanti keracunan.

Sampai kapan kita mau menunda-nunda hijrah, jangan sibuk dengan urusan dunia(ghibah, kepo, debat, Berebut harta, dan sterusnya).

Akhirat yang abadi teman-teman! ingat, syaiton mau kita sampai mati jauh dari Agama islam yang Indah ini.

Kematian bisa datang sewaktu-waktu yang kita tidak akan pernah bisa mengetahuinya. Demi Allah kita akan menyesal kalau belum sempat bertaubat selagi masih hidup di dunia, ingat penyesalan itu datangnya selalu di akhir.

Allah berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٧)

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An-Nahl : 97)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-‘Ankabut: 64).

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tiga perkara yang jika terdapat pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman, (1) Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari pada selainnya, (2) Ia mencintai seseorang, ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Baik. Nunggu apalagi?

Terimakasih telah membaca artikel ini sampai baris terakhir. Jangan lupa untuk share ke teman-teman kita di luar sana.

Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza.

Semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan balasan yang terbaik.

 

Salam hangat,

Ficky Septian Ali

 

Source: Indonesia Bertauhid Official